Contact Information

Reservation for event by e-mail : Follow jevinjulian on Twitter

-jevinjulian@yahoo.co.uk Follow jevinjulian on Twitter

-jvnjulian@gmail.com Follow jevinjulian on Twitter



ENDORSED by KORG - Effect Processor & Synth

ENDORSED by KORG - Effect Processor & Synth

ENDORSED by JTS - Microphones

___________________

My photo
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Jevin Julian as known as Ozmosis is one of Indonesian Beatbox Community, Indobeatbox founder and officer. Synth & loop (Kaoss Pad Generation 3, Kaossilator, Microkorg, Monotron, Mini KP, Kaossilator Pro) beatboxing, Endorsed by KORG Synthesizer and Effect processor & JTS microphone. Champion of Axis Soulnation festival 2009, Vice Champ Indonesian EX beatbox battle 2009, the best performance at second day of Java Jazz Festival 2010 with Beatbop Project, Singapore 4th floor and Bloc party performance, Legendary indonesian band KLa project collaboration, Ads, Indonesian video festival Hellofest, etc, etc, etc.. Jevin is a musical instrument player, he initially studied in one of the music school in Indonesia, studied drums and piano. and began to wrestle with the flow of jazz music. within 4 years, he has completed his music school to bring the music sciences acquired by him. such as rhythmic, music theory, chords, melodies, how to make a song, how to compose songs, movement of chords, how to play solo and with groups, and others.

IMPORTANT : READ ME! HOW TO REQUEST?

If
you have a request, you can write it in the Request Box. by the way, you must type your name and the types of requests : videos, music, writing, etc in the Request Box.
Request will be made if it had been approved and included in Request List

Thank you.

Tweet this blog & Twitter Updates

Friday, 4 February 2011

Jevin Julian & Billy BdaBX - Ambient


Spontanious. ENJOY!

www.indobeatbox.com
artofozmosis.blogspot.com

(KORG kaosspad 3, kaossilator pro, JTS nx 8 & sx 8 microphone)


Monday, 31 January 2011

Sunday, 30 January 2011

Oz & Ox 3rd video (part 1)



This is our 3rd video part one, just wait for next video. part 2 single video and rocofella! :D ENJOY!

Thursday, 27 January 2011

The Unexpectable Green & Red



This is my new video, its called UNEXPECTABLE GREEN & RED LIGHTS.


kenapa? karena saya tidak menyangka hasilnya seperti itu hehe, green and red = are the kaossilator pro and kaoss pad.
i am using korg kaoss pad, kaossilator pro, microkorg, jts nx-8 here.
So, ENJOY! :D

Wednesday, 19 January 2011

Mouse & Imagination


BEATBOX + JTS microphone + microKORG + KORG kaosspad 3 = Mouse & Imagination
enjoy~

Tuesday, 18 January 2011

D&B - BREAKBEAT transition tutorial


This tutorial teaches you how to change D&B beats into breakbeats, with a transition, so you can do it clearly.

Enjoy.

beatbox - kp3 part 3


E-N-J-O-Y

beatbox - kp3 part 2


Enjoy~

beatboxing with korg kaoss pad 3


FIRST TIME!
enjoy..

Indobeatbox Performance at Esplanade, Singapore


BEAT-TRICK!
ENJOY!

Indobeatbox Community feat Brandon, IMB


Loveno, 199, Oz featuring with Brandon at IMB

Indobeatbox Community feat Brandon, IMB


Loveno, 199, Oz featuring with Brandon at IMB

Indobeatbox community Global radio, FX


Oz, BdaBX, Melvin, Ryan, Ox, DoubleB, Santo.

Oz solo at 8loc party Esplanade, Singapore.


hehe.. Kehabisan ide

Java Jazz Festival 2010


Java Jazz Festival 2010, main di stage A, tapi sayangnya sound videonya kurang bagus.
ini bagian solo performance untuk beatbox.
ENJOY!








Indobeatbox freestyle


Video ini di buat waktu abis latihan buat java jazz sama BdaBX (beatboxer), Indra Aziz (vocal, beatbox, and sax), Riza Arshad (piano), dan Indra Perkasa (double bass)
ada Ox dan Avo ikut nonton latihan dan akhirnya bikin video ini.

Oz & Ox part 2 Beatbox conversation


This is, our second video. Me and Ox again,
its conversation using beatbox language.
sorry, i didnt put the subtitles on the video so you cant translate it haha.
ENJOY!

Oz & Ox part 1


This is our first video!
iseng iseng sebelum tidur bikin video dulu, yaa jadinya begini deh.. hehe
masih belom berpengalaman, ok!
ENJOY!

Friday, 14 January 2011

A lesson for your lungs!

Tutorial: Melatih Diafragma
Submitted by gorboman in ARTIKEL, BELAJAR on 12/16/2010 05:22 pm
Untuk tutorial kali ini tanpa video. Mudah-mudahan cukup mudah dimengerti ya.

APA ITU DIAFRAGMA?
Diafragma adalah otot yg berada di antara paru-paru dan perut. Melatih otot ini menghasilkan suara yang lebih lantang, tapi tanpa perlu berteriak. Jadi tenggorokan kita tidak capek. Melatih otot diafragma ini adalah hal yang krusial bagi penyanyi.



Sumber gambar.



APA KAITANNYA DENGAN BEATBOXING?
Diafragma yang terlatih dengan baik membuat kita bisa menghembuskan udara yang kuat dengan sedikit nafas. Dalam hal ini, kaitannya dengan kekuatan volume suara-suara yang kita buat ketika beatboxing.

BAGAIMANA MELATIHNYA?
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menirukan suara bersin. Detilnya seperti ini:

Suara bersin yang kita gunakan adalah “AKCHOO”.
Kita penggal bagiannya menjadi A, Kh, dan Choo. A - Kh - Choo.
Tarik nafas dari mulut ketika mengucapkan A, keluarkan nafas tapi tahan saat mengucapkan Kh, dan keluarkan sisa udara saat mengucapkan Choo.
Ulangi perlahan-lahan hingga lancar. Pertahankan kekuatan udara yang ditarik dan dikeluarkan.
Setelah lancar, naikkan temponya sedikit, ulangi hingga lancar. Pertahankan kekuatan udara yang ditarik dan dikeluarkan.
Dan seterusnya sampai kita bisa melakukannya dengan cepat dan kekuatan udaranya konstan.
Saat berlatih, coba pegang otot perut di bawah ulu hati dan perhatikan otot diafragma kita mengencang dan mengendur. Dengan sering berlatih otot tersebut akan terbiasa untuk mengencang dan mengendur secara otomatis saat kita mengeluarkan suara yang lantang tapi tidak berteriak.

Tahap lanjutannya, bisa dicoba beberapa alternatif di bawah ini:

Menirukan suara nafas mulut anjing. H-H-H-H-H… dst. H pertama tarik nafas, H berikutnya buang nafas, dst. Latihan ini sangat membantu untuk mengeluarkan suara satuan tapi temponya cepat. Contohnya seperti pada beat rutin Roxorloops ketika mendemonstrasikan suara snare drum saat dia membuka performancenya.
Menirukan suara monyet juga dengan teknik menarik dan membuang nafas secara cepat. Latihan ini membantu untuk mebuat variasi vocal scratch. Contohnya bisa search di YouTube video seorang beatboxer dari Lyon, Perancis, bernama BMG, di mana salah satu beat rutin / andalannya adalah vocal scratch melalui hidung sambil mengeluarkan beat dengan teknik sugabox.
Ok, semoga bermanfaat dan selamat berlatih!

The History of Beatbox (Indonesian)

Part 1: The Pre-History of Beatboxing
oleh Defenicial (and TyTe)

Introduction

Beatbox sering terdokumentasikan, yg umum kita ketahui, berakar di awal modern hiphop, di ujung2 jalan seperti Chicago, Bronx, dan LA, dan ini umumnya benar. Namun, vokal perkusi- asal muasal beatboxing muncul - telah menjadi bagian dari musik dan urban scene lebih lama dari yg kita kira. Sebagai bagian dari “the new school of beatboxing” dan hip-hop, dari sekitar tahun 1998 hingga kini, sangatlah penting “New School” ini mengenal sejarahnya, dan bagaimana sub-kultur ini bisa ada. Melalui penelitian yg sulit, Saya akan mencoba menjelaskan pembaca dengan singkat “the true history of beatboxing”.

Pertama kita akan menjelajah waktu, lebih dari 7 dekade ke belakang, di era-nya swing, jazz dan “barbershop music”(musik group vokal a-capella). Telah terdokumentasi bahwa para musisi Jazz adalah grup musisi pertama yg menggunakan suaranya,dan tentu saja, keseluruhan nada vokalnya untuk mengimitasi instruments. Ketika Bebop lahir di tahun 30an, sebagai reaksi dari sebagian grup swing dan kurangnya improvisasi, telah menjadi suatu norma untuk mendengarkan para penyanyi jazz dan blues melengking, mengerang atau mendengkurkan bunyi-bunyian yg kurang umum di dengar oleh telinga manusia sebagai kata-kata. “Scatting” digunakan sebagai improvisasi harmoni dan kemampuan vokal para penyanyi jazz baik untuk solo atau pun instumentals. Ini adalah pandangan mainstream pertama yang kemudian akan menjadi vokal perkusi, dan setelah itu beatboxing. Para penyanyi akan menyanyikan kata-kata buatan seperti “doot”, “wamp”, “bapadoo”, dan sebagainya, efektifnya yaitu menirukan suara instruments yg sangat umum di musik ini, yaitu saxophones dan trompet. Namun bagaimanapun, akar-akar dari imitasi bunyi instruments oleh suara manusia dimulai beberapa tahun di awal.
==========================================

Awal mula..
Berbalik ke waktu lampau, kita menemukan di Selatan Perancis antara tahun 1200 dan 1300, “the Troubadours” (para musisi-penyajak). Group ini berkeliling wilayah Perancis yang mana ingin berkelana jalanan bernyanyi sendiri atau pun ditemani sebuah “lute” instrument semacam kecapi yg juga cikal bakal gitar akustik modern. Musik mereka berupaya untuk tampil beda dan menampilkan lirik2 yg santun atau tema2 yg religius. Di akhir tahun 1400 dan 1500an, para group akan bernyanyi bersama2, mirip musik barbershop, pengharmonisasian menjadi satu suara. Untuk memperluas music mereka,mereka menukar nada pendek yg tajam, responsif dalam melodi, membuatnya terdengar seperti seluruh band bermain bersamanya. Bahkan, Orang2 Gipsy Perancis ini adalah pertanda awalnya vokal perkusi dalam sejarah.

Ketika Pertengahan menjadi Baroque, Baroque menjadi Romantik, Romantik menjadi Klasikal, “human Percussion” menghilang sementara waktu. Ketika musik berayun ke Bach dan Beethoven dengan “oratorios” dan Simphoni meliputi lusinan biola dan sejenisnya, penggunaan suara manusia melenyap/tidak digunakan, selain hanya untuk satu tujuan, bernyanyi. Namun, banyak para komposer baru, seperti Medtner dan Rachmaninov menggunakan bunyi vokal yg tak mengandung syair dalam komposisi klasiknya. Contohnya, komposisi Rachmaninov untuk suara dan piano disebut “vokalise”, tertulis pada tahun 1912, berisi melodi murni yang menguak kelembutan harmonisasi vokal yg tanpa syair.
=============

Dari Afrika ke Amerika
Musik ritualis Afrika secara tradisional menggunakan bunyi-bunyian tubuh untuk mempertahankan rhythm, seperti bertepuk tangan dan berketuk kaki. Menarik-dan-menghembuskan nafas dengan keras disebut “over breathing” juga digunakan sebagai suatu “two-beat rhythm” dan untuk membuat keadaan tidak sadar pada penampilnya. Patern vokal perkusi juga digunakan seperti, “hup, hup, hup, hup” dan “Ch Ka Ch Ch”. Sekarang ini, musik Afrika barat masih menggunakan teknik seperti membuat suara yg serak-kasar atau kualitas dengungan secara intens, sambil kejang2 dan menunduk2.

Pada abad 17, para budak Afrika dibawa ke perkebunan di Jamaika dan Amerika, yang kemudian musik Afrika melebur dengan rakyat Eropa dan musik dari band-band brass untuk menciptakan suatu bentuk musik baru- yang disebut jazz dan blues.
======================

Barbershop
Pada akhir tahun 1880an, para group kulit hitam (biasanya kuartet) menyanyikan a-capella, yaitu, hanya menggunakan harmonisasi suara mereka sendiri untuk menciptakan musik. Mereka akan menahan lama, nada rendah, yg kita dengar sebagai suara bass dalam beatbox modern. Vokal Perkusi digunakan oleh para group kuartet ini untuk membantu musik mereka mengatur tempo, seperti klik pada lidah dan menarik nafas dalam-dalam hingga nyaring bersuara. Ya,beratus-ratus tahun yang lalu sebelum Kenny Mohammed, musisi barbershop kulit hitam telah lebih dulu menguasai “the inward snares”(teknik penciptaan suara snare dengan menarik nafas). Meskipun vokal perkusi adalah latar belakang dari jenis musik ini, tentu saja hal ini juga menciptakan pengaruh akan timbulnya scatting dan dengungan bass pada alunan jazz, blues, dan musik swing yg berjarak beberapa tahun kemudian.
======================

Blues and Vokal Perkusi
Ketika Blues dibawa oleh para budak kulit hitam, yg menceritakan penderitaan kehidupan mereka,biasanya tidak ada instruments yg digunakan. Para musisi akan berimprovisasi hanya dengan menggunakan tubuhnya ataupun suaranya. Tepukan dan bunyi ceklekan (klik) menjadi drumnya, dan dengungan bernada rendah menjadi double bass-nya; 2 tulang punggungnya blues dan musik jazz. Satu orang akan berdengung, satu orang lagi akan bertepuk, klik dan memukul suatu barang sebagai drum-nya, dan seorang akan bernyanyi. Hal ini yg kemudian akan menyebabkan peng-imitasian banyak suara, seperti ’shhchh’ pada soft-snare dan ‘tssa’ pada hi-hat yg dimainkan dengan brushes.Group-group Blues telah menemukan cara untuk membuat musik mereka hanya dengan menggunakan suara mereka sendiri. Ketika Blues menjadi lebih mainstream, scatting dan dengungan bass menjadi populer. Penyanyi bernada tinggi akan melengkinkan suaranya, menggabungkan nada, mengambil alih suara trompet ketika solo. Dengan segera, bentuk vokal perkusi ini menjadi stample dari budaya urban, yaitu, budaya jalanan. Seniman-seniman miskin akan menguasai jalanan, atau nongkrong di sudutan jalan, menirukan suara trompet dan saxophones di luar gedung pertunjukan jazz.
=========================

Kini
Kini, beatboxing dan vokal perkusi sangatlah populer. Hanya cukup mendengarkan referensi sebuah album seorang Autralia, Joel Turner, yang menggunakan beatbox sebagai drum di kesulurahn albumnya. Sejak itu, Joel mendeklamasikan kemenangan akan albumnya, dan kontrak multimiliun dollar dengan label rekaman dan peng-ekspose-an di mainstream. Formasi group seperti The Beatbox Alliance, yang memiliki backingan major corporate, membuat kita menyadari bahwa sekarang beatboxing adalah suatu bagian dari komunitas hiphop. Pada tahun 2000, Rahzel membuat beatboxing menjadi lebih dikenal di mainstream dengan membawakan sebuah lagu Alliyah “If Your Mother Only Knew”. Sejak itu, Rahzel diberi predikat sebagai orang pertama yang memodifikasi suatu seni bernyanyi dan beatboxing yang dilakukan secara bersamaan, sebuah jargon yg akhirnya menjadi stample komunitas beatbox.

Request Box

HTML Comment Box is loading comments...

The Visitors

Free counters!